Videografi destinasi maritim andalan pariwisata Indonesia (Wonderful Indonesia)



Penjelasan sederhana mengenai potensi industri pariwisata terutama wisata maritim sebagai andalan destinasi pariwisata di Indonesia

www.kemenpar.go.id

Destinasi Maritim, Andalan Pariwisata Indonesia

•Indonesia memiliki gugusan kepulauan terbesar di dunia lebih kurang 17.508 pulau, memiliki garis pantai terpanjang di dunia yakni 81.000 km sehingga diyakini sebagai salah satu negara maritim terluas di dunia. Indonesia juga dikaruniai banyak kelebihan, salah satunya terumbu karang yang luasnya lebih dari 60 ribu km persegi .

•Bagi pencinta wisata maritim, keragaman yang tersimpan di kawasan yang terdapat terumbu karang adalah surga idaman. Mereka akan mendatangi kawasan itu dengan cara apapun. Tak heran banyak turis asing yang mengunjungi wilayah-wilayah Indonesia untuk melakukan wisata bahari.

•Dalam 15 tahun terakhir, wisata bahari dalam negeri pun semakin meningkat seiring dengan dibukanya destinasi-destinasi baru di luar Pulau Bali. Hingga saat ini, Bali memang masih menjadi tujuan wisata di Indonesia yang paling banyak dikunjungi pelancong asing yaitu sebanyak 3,7 juta orang.

•Pemerintah Indonesia menyadari pentingnya wilayah laut Nusantara sebagai tujuan wisata. Hal ini mendorong Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memasukkannya ke dalam program Destination Management Organization (DMO) yang bertujuan memperkuat pengelolaan wisata.

•Saat ini, sejumlah destinasi wisata bahari yang sudah masuk program DMO antara lain Bunaken, Wakatobi, Raja Ampat, Kepulauan Seribu dan Derawan. Penguatan destinasi maritim ini diharapkan dapat memberikan peningkatan kontribusi pariwisata terhadap Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

•Wisata maritim juga juga dapat membantu rencana pemerintah untuk menjadikan sektor wisata sebagai andalan perolehan devisa selain industri minyak, gas bumi dan kelapa sawit. Selama 2014, sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar US$ 10,69 miliar atau setara dengan Rp 136 triliun.
•Dengan jumlah turis dunia yang mencapai 1,3 miliar orang, maka masih ada potensi untuk meningkatkan pertumbuhan kunjungan wisata. Maka, dalam lima tahun ke depan pemerintah menetapkan target kunjungan 20 juta wisatawan asing, dengan target pemasukan devisa Rp 260 triliun.